we are the cause of the problem
we will going down only when all of us down to zero.
[kami adalah sumber dari masalah
dan kami hanya akan runtuh jika seluruh dari kami menjadi kosong]
we will going down only when all of us down to zero.
[kami adalah sumber dari masalah
dan kami hanya akan runtuh jika seluruh dari kami menjadi kosong]
Glow masih berdiam diri.
Ia tidak pernah merasakan hal-hal ini sebelumnya. Ya, ia tak pernah
ketakutan. Sebenarnya bukan kematian ataupun siksaan lahiriah yang Glow
takutkan. Dunia era ini tak lagi melakukan siksaan-siksaan yang terlihat
kejam. Bukankah kejam adalah ketika kita melihat orang di penggal di
Guiillotine lalu darah mengalir deras dari leher korban? atau seperti
nazi yang melakukan Holocaust dan penelitian gila yang salah satunya
tidak memberi tawanan perangnya makanan selama beberapa minggu? ya, itu
adalah kekejaman. Era ini tidak memunculkan lagi hal hal seperti itu.
Hewan memangsa dengan taring, yang meninggalkan genangan darah di luka
koyakan mangsanya. dan manusia era ini sadar bahwa mereka tidak
sebanding dengan hewan : Mereka memangsa tanpa meninggalkan setetespun
darah.
Zaman dulu ada yang
sering disebut dengan "Mati secara damai" dimana kematian tersebut
datang tiba tiba tanpa luka dari luar ataupun didahului penyakit
penyakit mematikan sebelumnnya. Tapi benarkah kematian itu tanpa
penyebab dan hanya damai? Tidak ada kematian tanpa penyebab, meski
penyebabnya adalah kesalahan kecil dalam kerja organ yang menyebabkan
kematian namun tanpa terlihat menyakitkan. Nanotech memungkinkan
ilmuwan sekarang untuk membuat senjata mematikan yang membuat seolah
korban terlihat mati dengan tenang. senjata bernama Vacuum itu
menembakan virus kecil kedalam tubuh dengan sistem navigasi sejenis GPS (
anatomi tubuh setiap manusia sama, jadi tak terlalu sulit membuat
sistem navigasi tersebut) yang menuju pembuluh darah dan menutup aliran
darah menuju jantung. tak butuh lama, korban pasti tewas seketika.
Kekerasan hanya milik
para pemberontak, teroris, yang tak punya teknologi dan pendanaan untuk
mengimbangi senjata militer pemerintah. Pemerintah pun kerap menyatakan,
"Blood is the work of rebel, we handle problem differently". Pemberontak yang dimaksud adalah orang-orang yang ingin lepas dari kekangan, kepalsuan One World Government
yang hanya menguntungkan mantan negara-negara adidaya. dan mungkin
salah satunya adalah yang mencoba merekrut Glow sekarang, dengan cara
yang Glow tidak duga dapat dilakukan sekelompok Rebel (pemberontak).
Misalnya adalah para demonstran yang tertangkap tempo hari lalu
Sirine mobil polisi
makin mendekat. Glow mencoba berpikir apa yang bisa dilakukanya. Mobil
polisi sekarang merupakan mobil dengan sistem navigasi yang selalu
berkomunikasi dengan pusat untuk memunculkan posisi buronan dan
menampilkan rute paling efektif. Glow menyalakan komputernya, Ia
membuat exploit yang ia kirimkan ke server pusat. ketika membuka sistem
navigasi Glow dihadapkan dengan rangkaian matriks 3 dimensi dengan baris
berbeda untuk tiap mobil. Ia tak mengerti mobil mana yang menuju
kearahnya jadi ia hanya membuat exploit untuk saling mengacak kolom
longitude dan latitude di tiap mobil. paling tidak ini bisa memberikanya
waktu sampai polisi didalam mobil atau di markas menyadari terjadi
keanehan.
Saat sedang berpikir langkah apa yang ia akan lakukan, tiba-tiba layar monitornya menjadi gelap dan menampilkan dialog box:
"Apakah Kamu Bagian dari Kami?"
Ya | Tidak
"Bagian dari kalian?
memang kalian itu siapa?" pikirnya. Namun paling tidak sekarang ia tau,
yang mengincarnya sekarang adalah sekelompok orang dan bukan hanya satu
orang. "Siapa mereka? apakah mereka kelompok pembunuh bayaran? Apa yang
sebenarnya mereka inginkan dariku?" muncul pertanyaan yang bertubi-tubi
dalam benaknya. belum sempat ia berpikir lama layarnya berkedip dan
memunculkan dialog tambahan
"Kalau kau adalah
orang yang mencintai dunia sebagai sebuah dunia dan bukan dunia yang
hanya dikuasai segelintir kelompok, kalau kau bosan melihat bobroknya
oligarki dan kau adalah orang yang ingin dunia yang terbuka tanpa
informasi yang penuh kebohongan Serta terakhir, kalau kau adalah orang
yang mencintai teknologi sebagai karya seni.
Maka kau adalah bagian dari kami
nb: sepertinya tidak
ada banyak waktu untukmu berpikir, maaf terhadap cara merekrut kami.
Kalau kami sekedar datang kau takkan percaya bukan?"
"Sialan!" pekiknya. Ia marah karena dua hal. Pertama, karena ia merasa dipecundangi oleh sekelompok orang yang bahkan ia tak tau siapa mereka. Kedua, karena
apa yang mereka katakan benar, Namun, Bagian dari mereka? memang siapa
mereka, pikirnya. Selama ini ia membenci pemerintahan yang hanya
dipimpin oleh sebagian orang, atau dalam kasus ini sebagian mantan
pemerintah negara-negara adidaya saat sebelum adanya One World
Government. mereka hanya ingin memperlihatkan kekuasaan dan memajukan
kelompoknya saja. Tentu saja ia menginginkan dunia dengan keterbukaan
informasi, ia kerap meretas situs pemerintah untuk mencari apa yang
sedang terjadi. Ya, tapi hanya sebatas itu saja. Ia tak mau terlibat
dalam kelompok apapun karena ia ingin menjadi manusia biasa.
Namun dengan keadaan
sekarang, apa yang bisa ia lakukan? Namanya masuk kedalam database
kepolisian. Mudah saja baginya kalau hanya sekedar menghapus namanya
dari database tersebut. Namun tidak semudah itu, bukankah mereka akan
curiga ketika sebuah nama buronan tiba-tiba hilang? Apalagi polisi yang
mengejarnya pasti sekarang sedang marah karena sistem navigasinya ia
kacaukan. Ia tak ingin menjadi buronan. Ia ingin menjadi manusia yang
(terlihat) biasa saja. Namun tak ada pilihan lain, kelompok tersebut
sepertinya membutuhkan kemampuanya. Ia akan menuruti mereka sampai misi
mereka selesai dan akan menjadi manusia biasa lagi. Sekaligus mengambil
informasi tentang siapa sebenarnya orang-orang ini dan kalau mereka tak
membiarkanya pergi ia tinggal membuat mereka tertangkap.
Glow mengarahkan
kursornya dan mengklik "Ya" pada pilihan di dialog box. layar monitornya
berkedip sejenak sebelum kembali memunculkan dialog box:
"Selamat atas
pilihanmu, Afterglow. namun kami masih punya satu tes untukmu. bukan tes
yang berat, kami yakin untuk orang sepertimu. kami tidak akan
menjemputmu, kau yang harus menemukan kami. siapa kami? kami biasa
disebut "d047" atau "x02F" itu sama saja bukan? Hahaha. Carilah kami di
tempat semua dimulai, Glow dan kau mengerti bukan bahwa bahkan tanpamu
kebenaran tetap dipihak kami."
Ia belum benar benar
bisa mencerna apa yang mereka maksud. "d047" dan "x02F" adalah kelompok
hacktivist yang kerap kali menjadi incaran pemerintah. Sama? apa yang
mereka maksud sama? Tunggu sebentar, pikirnya. jika d047 diartikan
sebagai "decimal, tabel no 47" dan x02F diartikan sebagai "Hexadecimal,
tabel no 02F" maka keduanya memang sama. 47 adalah nilai desimal dari
2F. cerdik juga mereka, pikirnya. kemudian ia mengingat-ingat, dalam
tabel Ascii, tabel yang berisi huruf dan simbol yang digunakan untuk
konversi dari bentuk huruf dan simbol yang dimengerti manusia menjadi
angka angka yang dimengerti komputer. tabel decimal 47 mengarah pada
simbol "/". "Slash? apa maksudnya?" ia tak mengerti. Glow berpikir
sejenak. "/" dalam simbol komputer bisa diartikan sebagai "root", atau
jangan jangan ini yang mereka maksud. Glow membuka folder root nya,
mengecek proses proses yang dijalankan oleh root. terlalu banyak
kemungkinan, ia harus mempersempitnya. "/" juga bisa diartikan sebagai
"atau" , pikirnya. mungkin itu yang mereka maksud bahwa tanpa dirinya
kebenaran tetap ada dipihak mereka. bukankah dalam logika komputer
logika atau akan bernilai benar selama ada satu saja nilai yang
mempertahankan kebenaranya?
ia mencoba mencerna.
Glow mengecek proses yang dijalankan oleh root dan mengeliminasi proses
proses yang dijalankan sebagai keperluan system dan baru dijalankan
beberapa waktu lalu.
$ps -u root | grep 0:10:
9999 | ? | 0:10:15:33.5 | /tmp/slash/dialogbx
ketemu! pikirnya. tak butuh waktu lama untuk ia membuka folder tersebut. ia menemukan file "Welcome to Slash.txt".
Glow terperanjat ketika membuka file tersebut dan membaca isinya.
Sirine polisi kembali terdengar mendekat. buru buru Glow enkripsi file
tersebut, memasukkan hard disknya kedalam oven dan kemudian lari dari
rumahnya. "Tempat itu? mereka pasti bercanda!" pikirnya sambil terus
berlari.
0 komentar:
Posting Komentar