Entahlah kenapa tiba-tiba saya ingin menulis sebuah tulisan yang bersifat curhatan. Yah tulisan ini mungkin bermula dari sebuah refleksi tentang diri saya sendiri dan perubahan-perubahan yang telah saya alami dimulai dari ketika awal saya berangkat merantau hingga hari ini. Yah, walaupun biasanya sih orang berefleksi akan rantau nya ketika sudah akan pulang dan kehilangan status mahasiswanya(red: wisuda) sedangkan saya sendiri.. ya kayaknya sih jarak waktu hari ini ke waktu momen itu masih jauh. Banyak hal-hal yang "saya versi SMA" tidak akan menyangka bahwa saya berubah menjadi seperti sekarang ini.
Saya pun tidak pernah menyangka, saya yang dulu sekedar orang yang suka bermain-main dan tidak pernah mau mendapat tanggung jawab apapun bisa berorganisasi di kampus sampai hari ini. Saya tidak pernah suka hal-hal yang merepotkan, dan jujur saja, harus bersosialisasi dengan orang lain bagi saya adalah hal yang merepotkan. Saya tidak terlalu sering berbicara saat SMA, apalagi berbicara didepan umum, ah hal yang merepotkan, mending main game atau ngoprek program to. Saya pun tidak pernah benar-benar terlibat dalam organisasi waktu SMA dulu, hanya satu, itu pun organisasi atau ekstrakulikuler yang tidak memerlukan saya untuk banyak bersosialisas. ya mungkin bahasa keren nya makhluk asusial eh asosial.
ketika saya di kampus bisa berorganisasi, bahkan sampai masuk kedalam struktur pimpinan nya dan kadang dapet peran yang mengharuskan banyak aktivitas aktivitas bersosialisasi sejenis mengobrol dengan orang tak dikenal, tentu saya tak punya gambaran itu di hari keberangkatan saya merantau.
Meski, sampai hari ini pun sebenarnya saya merasa kesulitan untuk benar-benar bersosial. kalau yang dimaksud bersosial adalah mengobrolkan kehidupan sehari-hari dan sejenisnya. jujur saja saya tidak pernah engage dalam obrolan obrolan seperti itu, ya mungkin baru akhir akhir ini saja ketika sudah benar-benar dekat dengan beberapa makhluk aneh di lingkungan organisasi saya saya bisa engage dalam obrolan. ya sebenernya dari dulu gitu sih, dari SMA masalah obrolan ya bisa bener enak cuma sama yang udah kenal lama. yah walaupun sampai sekarang, dalam diri saya kepribadian asusial itu masih bersemayam dan terkadang saya ingin benar benar sendiri. merubah kepribadian memang tidak semudah itu.
Terkadang, ketika kepribadian lama itu sedang mendominasi diri, saya merasa semua ini cuma mimpi dan beberapa kali ingin kembali ke pola kehidupan yang lama. Disaat-saat seperti itu (dan mungkin seperti ini) pula kadang saya berpikir Tuhan memang suka bercanda. lah gimana tidak, dulu saya mendaftar di organisasi di detik-detik terakhir. kalau tidak salah batas waktu hari itu jam 5, saya datang satu dua menit sebelum jam 5. itupun saya lupa kalau waktu itu mengumpul formulir dan gak sengaja ketemu temen yang juga mendaftar pas lagi cari makan.
kalau waktu itu telat datang, kalau saja lantai dasar masjid kampus waktu itu telah kosong, kalau saja senior-senior saya wes merasa jumlah kader nya udah cukup dan pergi duluan, yo jelas saya tidak akan sampai ke fase saya sekarang. yah memang rencana Tuhan itu kadang dilakukan secara aneh-aneh dan diluar nalar, kaya bangsa mongol yang gagal melanjutkan ekspansinya di Eropa karena tau2 fase iklim berubah. lah mung gara-gara suhu sebuah bangsa penakluk menemui titik baliknya!
Secara minat sebenarnya tidak pernah ada yang berubah sedikitpun dari minat saya, ya dari dulu minat saya itu-itu tok, gak jauh dari masalah komputer. Tapi memang ada yang berubah dari visi saya dan apa yang saya cari. kalau dulu sekedar merasa bisa memprogram itu keren. Gimana gak keren, dengan memprogram saya tau kalau ternyata komputer itu gobloknya gak ketulungan. komputer tanpa program-program itu hanya onggokan sampah, tidak bisa menyelesaikan apapun. dan ada orang orang yang (sebagian) baik hati yang menciptakan program program untuk menyelesaikan masalah, walau sekedar masalah universal.
Ya iya, program program yang secara default ada di komputer kita ataupun tersebar itu kan yang diselesaikan masalah universal kaya program office, penyetel musik, website yang membantu jomblo menemukan pasanganya, dsb. nah tapi poin-nya adalah komputer bisa menyelesaikan masalah dan dengan bisa memprogram saya bisa menyelesaikan masalah yang mengganggu saya pribadi. misal waktu itu, pengen baca komik secara offline tapi kalau harus buka halaman nya satu satu kan ribet, jadi saya bikin program untuk bulk download komik langsung satu chapter, satu volume, bahkan pernah iseng saya kembangin supaya bisa itu komik yang ada di itu website saya download dengan hanya satu tombol. kadang juga menyelesaikan masalah temporer semisal, pernah iseng main console di web browser biar bisa otomatis centang semua kuisioner di KRS, yo males to mau KRS an harus ngisi kuisioner.
Terkadang memang susah sih untuk fokus mengembangkan minat, berorganisasi, dan kuliah. ya apalagi karena apa yang saya minati tidak terlalu berhubungan dengan akademik saya walaupun dalam beberapa aspek ada yang beririsan. Tapi minat itu, meski seringkali saya lupakan sejenak tidak pernah benar hilang, justru ketambahan. Apalagi setelah saya mengerti dan memahami filosofi open source yang tidak akan saya jelaskan disini karena nanti terlalu bersemangat dan OOT jauh. saya jadi mengerti bahwa dalam segala bidang selalu ada orang yang pragmatis tapi juga selalu ada orang yang idealis. Saya mengerti bahwa sebenarnya memprogram juga melibatkan unsur (meski kecil) filsafat atau filosofi. bahkan, konon pada saat perang dingin amerika soviet, pengembang pengembang open source di cap kumunis, pendukung soviet, dll. ya jelas, wong orang orang itu menganggap program komputer itu tidak baik untuk ditutup dan dikomersilkan, yo panas to pengembang2 kapitalis layaknya Microsoft dan Apple.
di awal mengenal filosofi open source itu saya langsung menggali lebih dalam tentang sejarah dan filosofi, walhasil, niatan niatan saya yang mulai berubah dari yang pas sma sekedar suka, awal masuk kuliah mulai orientasi profit, sekarang ya harapan saya bisa menciptakan sesuatu yang bermanfaat, dan tentu saja Open Source. Dan sebenernya hal ini pun saling terkait dengan minat saya terhadap buku-buku yang mulai saya baca saat masuk kuliah organisasi. walaupun tetap saja, sampai detik ini saya masih jarang membaca buku dan kalau emang ada waktu kosong lebih sering ngoprek.
Yah kiranya begitulah, perkembangan orang memang tidak pernah ada yang bisa menduga, bahkan diri sendiri sekalipun. meski sebenarnya bagi saya kepribadian takkan pernah bisa benar benar berubah. Terkadang saya merasa bersyukur, tapi terkadang pula saya merasa tertekan dan merasa ini hanya mimpi serta memikirkan Alternate Route yang akan terjadi andai saja kehidupan saya berjalan lurus saja dan tidak mengalami perubahan atau memilih untuk berubah.
0 komentar:
Posting Komentar