Hanif's journey. you may not interested, but this is my live and my thought

Senin, 07 Maret 2016

REFLEKSI PERAYAAN MILAD IMM

Dalam tulisan ini saya ingin berefleksi dan mungkin otokritik terhadap momen perayaan milad IMM AR.Fachruddin tahun ini. Mungkin tulisan ini akan mengesankan saya adalah orang yang tidak tertarik dan kurang berpartisipasi dalam event keolahragaan yang tersedia. Jika anda memiliki kesan seperti itu, maka.. Anda benar! Hehe. Juga, tulisan ini hanya perspektif subjektif saya, yang terpengaruh faktor psikologis-sosiologis saya. Jadi, sah-sah saja jika ada kawan yang berbeda pendapat karena toh, tidak ada sebuah pendapat yang tanpa bias kan? Bisa juga salah satu bias nya adalah bias komisariat dimana disini saya mengamati dari perspektif saya tentang apa yang terjadi di komisariat.

Mungkin sebagai permulaan, saya ingin mengapresiasi rangkaian acara yang diagendakan oleh panitia milad IMM AR.Fachruddin kali ini. Karena rangkaian acara dan perlombaan yang dilangsungkan menyentuh berbagai ranah yang mampu mengakomodir para jomblo progressif dengan berbagai bakat dan kesenanganya. Paling tidak ada momen pengalihan dari kenangan ketika melihat IMMawan/IMMawati kece beradu debat ataupun beradu badminton. Sungguh sumbangsih yang besar untuk mengembangkan dan membahagiakan kader-kader. Namun muncul pertanyaan dalam benak saya, adakah dalam momen perayaan ini sumbangsih untuk IMM AR.Fachruddin secara khusus dan IMM secara umum? Alhamdulillah masih ada sebenarnya, yaitu sayembara puisi dan karikatur yang semoga saja mampu menjadi angin segar untuk dunia sastra IMM AR.Fachruddin. Yang menjadi kegelisahan saya sebenarnya adalah bukan terkait acara yang diselenggarakan tetapi lebih ke response dari kader tentang acara apa yang lebih ter-blow up. Agak terkesan kali ini yang lebih menarik massa kader adalah acara perlombaan utamanya perlombaan olahraga. Memang ada juga perlombaan lain seperti debat yang cukup menarik massa. Namun seharusnya, dalam momen milad seperti ini yang seharusnya menjadi momen reflektif tentang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah utamanya dalam hal pemikiran dan gerakan, justru kurang maksimal di milad kali ini. Terlihat pada milad ini kesadaran akan perlunya pengembangan pemikiran dan gerakan dalam tubuh ikatan masih kurang. Semisal pada acara seperti diskusi menulis kreatif dan bedah buku yang sepi peminat. Padahal seharusnya pada acara-acara tersebutlah apa yang IMM butuhkan sekarang dihadirkan.

Ketika dulu pernah ada kritik terkait perlombaan-perlombaan yang diselenggarakan yang cenderung bersifat senang-senang. mungkin sekarang masih sama hanya saja berubah bentuknya selain memang animo kader yang lebih meminati hal-hal tersebut karena sebenarnya acara yang diselenggarakan di milad kali ini sudah beragam.

Momen milad sebuah gerakan mahasiswa layaknya digunakan untuk merefleksi apa yang sudah ada untuk merancang dan mempersiapkan masa depan. Pertanyaanya, apakah dari lomba-lomba yang animo nya cukup besar tahun ini itu mampu menciptakan momen reflektif ataupun mampu menjadi fondasi gerakan IMM AR.Fachruddin di masa yang akan datang? Mungkin masih kurang tepat juga ketika saya menuliskan ini sekarang. Karena toh, masih ada beberapa acara sampai puncak milad besok yang gak kalah kece dan membangun. Seperti stadium general perkaderan yang akan diadakan tanggal 13 Maret besok.

Besar harapan saya forum-forum yang masih ada tersebut bisa diramaikan untuk menciptakan momen reflektif dalam perayaan milad kali ini. Salam.

0 komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Saya Muhammad Hanif , seorang mahasiswa yang sekedar ingin menuliskan perjalanan dan pemikiranya
Diberdayakan oleh Blogger.