Hanif's journey. you may not interested, but this is my live and my thought

Sabtu, 19 Maret 2016

Wawancara singkat dengan pak Chriswantoro yang bertempat di pemba gkit listrik tenaga hybird (angin-panel surya) di pantai baru daerah pandansimo bantul

Pak Chriswantoro atau yang akrab disapa pak kris adalah praktisi dan peneliti energi terbarukan yang sudah memiliki banyak pengalaman. Beliau juga termasuk peneliti dari LAPAN.

Sejarah PLTH di pantai baru

Pada awalnya dulu saat PLTH belum ada, belum ada pula nama pantai baru. Di pandansimo memang ada 2 pantai, namun baru 1 yang cukup ramai. Dan di pantai tersebut dicoba menggunakan pembangkit listrik tenaga angin yang digunakan untuk penerangan masjid daerah dan daerah sekitarnya.
Ternyata setelah ada penerangan, daerah pantai tersebut menjadi cukup ramai dan masjidnya menjadi sering dikunjungi.
 Melihat fenomena tersebut, kepala desa dan warga di daerah pantai baru mengajukan kerjasama dengan pemerintah termasuk kementrian ESDM untuk mencoba membangun pembangkit listrik di daerah pantai baru.
Setelah disetujui, mulailah dibangun penelitian aplikatif PLTH angin dan panel surya di daerah tersebut.

Dampak pembangunan PLTH

Ternyata pembabgunan PLTH membawa dampak positif di masyarakat sekitar. Baik dampak sosial-ekonomi maupun dampak teknis. Karena memang daerah berpotensi, sumber energi yang dihasilkan mampu mencukupi kebutuhan listrik warga sekitar
Selain itu, banyak dampak sosial-ekonomi yang dirasakan masyarakat dengan berbagai kelas di daerah tersebut. Untuk nelayan sangat membantu, karena listrik yang dihasilkan mampu digunakan nelayan untiuk membuat es batu yng merupakan salah satu kebutuhan nelayan.
Selain itu, sumber energi yang dihasilkan mampu untuk menerangi daerah sekitar sehingga pantai tersebut pun semakin ramai dan diberi nama pantai baru.
Semakin ramai dan semakin berkembangnya daerah tersebut pun menarik wisatawan untuk berkunjung, sehingga dinas pariwisata dan warga sekitar pun diuntungkan. Warung warung pun makin banyak didirikan yang mana sumber listriknya terbantu oleh kehadiran PLTH di pantai baru. Hal ini membuktikan bahwa kehadiran PLTH sangat bermanfaat bagi daerah sekitarnya

Perkembangan PLTH pandansimo dan Energi Terbarukan di Indonesia

Tentu saja melakukan dan mengembangkan penelitian aplikatif tidak mudah dan mulus mulus saja. Diperlukan peran berbagai elemen seperti pemerintahpraktisi, peneliti, dan akademisi. Mengapa akademisi? Tugas utama akademisi adalah melakukan sosialisasi.
PLTH pun terbantu karena sempat ada mahasiswa KKN yang sempat aktif melakukan sosialisasi tentang energi terbarukan di daerah tersebut. Sehingga kesadaran masyarakat pun bisa mulai terbentuk.
Saya sempat berbincang juga tentang mengapa perkembangan energi terbarukan di Indonesia sering terhambat dengan pak kris. Saya bercerita tentang pengembangan Pembangkit listrik tenaga panas bumi yang gagal didirika di beberapa tempat potensial di Indonesia. Menurut pak kris, seringkali kesalahan adalah masalah sosialisasi dan masalah birokrasi pemerintah.
Sosialisasi adalah kurangnya penyadaran kepada masyarakat tentang manfaat energi terbarukan seperti akan tercapainya kemandirian energi di daerah tersebut.
Kesalahan kedua adalah dalam pelaksanaanya. Seharusnya hal seperti ini dikelola dan di kontrol oleh pemerintah melalui BUMN. Karena salah satu alasan adanya BUMN adalah untuk menjamin yang tercantum dalam pasal 33 UUD. Oleh karena Itu tidak pas ketika justru pihak swasta yang membangun dan mengelola energi terbarukan dn yang terpenting adalah support serta kontrol yang jelas dari pemerintah. PLTH pantai baru sendiri berada dibawah dinas SDA Bantul dan bekerjasama dengan LAPAN.

Sekianlah wawancara singkat saya dengan pak Chriswantoro. Ingin mengeksplorasi lebih jauh pemikiran pak Chriswantoro? Hadirlah dalam seminar "pembangunan dan energi yang berkelanjutan sebagai sarana perubahan sosial" yang akan diselenggarakan 5 April mendatang oleh IMM Teknik UMY. Pematerinya dari pemerintahan sampai praktisi. Kece pokoknya!

0 komentar:

Posting Komentar

About Me

Foto Saya
Saya Muhammad Hanif , seorang mahasiswa yang sekedar ingin menuliskan perjalanan dan pemikiranya
Diberdayakan oleh Blogger.